Aku Cinta Indonesia



Beasiswa ‘Tidak Mampu’ Story…

Beasiswa ‘Tidak Mampu’ Story…

Mobil Desa yang Disalahgunakan

KARAWANG - sore itu, 2 Februari 2013. saya sedang mengantar ibu saya ke sebuah Toko Emas di Jl. Tuparev, dekat Pasar Baru Karawang. saya parkirkan motor saya tepat disebelah Mobil Desa (Mobdes), tapi tidak ada tulisan desa/kelurahan dan kecamatannya (biasanya ada di bawah logo Kabupaten Karawang, tepat di pintu depan mobdes-nya). tapi yang saya temukan hanya nomor polisinya saja, yaitu T 1789 F (ada yg tau itu mobdes dari desa/kelurahan mana? hehe)

sekilas saya lihat didalam mobil itu ada seorang pria dan wanita dengan anaknya, mungkin sekeluarga. mereka nampak ketakutan saat saya berusaha mengambil gambar menggunakan HP saya. yah mungkin merasa punya dosa.

foto:
image
mobil desa bernomor polisi T 1789 F yang saya temukan digunakan oleh sebuah keluarga


image
bisa kawan-kawan lihat sendiri, tidak tercantum nama desa/kelurahan dan kecamatannya

saya memang hanya warga biasa, tapi saya bukanlah orang yang bodoh yang tidak peduli dengan penggunakan Mobdes di Karawang. tidak semua Kepala Desa/Kelurahan adalah orang yang amanah dan menggunakan fasilitas sesuai dengan fungsinya. banyak ‘orang-orang kampungan’ yang menyalahgunakan mobdes untuk kepentingan pribadi. maka dari itu, ayo kita awasi penggunaan mobdes di Kabupaten Karawang, karena mobil Nissan Evalia berwarna putih itu dibeli pakai uang rakyat, bukan dari kantong pribadi bapak Bupati.

Makanan dan Minuman Asal Malaysia ‘Banjiri’ RI

Jakarta - Maraknya makanan dan minuman yang beredar di Indonesia ternyata paling banyak datang dari Malaysia. Data terakhir dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyebutkan pada tahun 2011 sebesar 23,69% barang impor di Indonesia datang dari Malaysia.

Sekjen GAPMI, Franky Sibarani menuturkan pada tahun ini Malaysia masih akan tetap menguasai market share barang impor di Indonesia.

"Data tahun ini saya belum tahu, tapi pasti Malaysia. Deket dia ngimpor tinggal lempar," ungkap Franky kepada wartawan di Kementerian Perindustrian, Jumat (6/7/12).

"Disusul China 14,22%, lalu Thailand 9,7 %, Singapura 8,8% dan negara-negara lain," tambahnya.

Franky mengatakan, pada triwulan I-2012 data dari BPS mencatat impor mengalami kenaikan sebesar 1,28% dibanding periode yang sama tahun lalu.pada periode Januari hingga Maret 2012 angka impor mencapai US$ 1,2 miliar.

Lebih lanjut dia menyebutkan, market share barang-barang impor di Indonesia menguasai setidaknya 5% pasar domestik.

"Sekitar 4-5% market share pasar domestik," katanya.

Franky menyebutkan masih banyaknya barang impor beredar di Indonesia disebabkan karena kurangnya daya saing barang-barang Indonesia dan juga perlindungan pemerintah terhadap barang lokal dan pemahaman produsen dan konsumen terhadap barang impor yang masuk terutama barang yang ilegal.

"Ujung-ujungnya ya karena daya saing kita, tapi untuk situasi seperti ini perlindungan dari pemerintah pun penting. Dan pemahaman terhadap peraturan untuk barang ilegal," tandasnya.

sumber: detik finance

jadi sebenarnya siapa yang salah?

jadi sebenarnya siapa yang salah?